Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Tips Cara Membuat Business Plan / Rencana Usaha

Tips Cara Membuat Business Plan / Rencana Usaha

Business Plan / Rencana Usaha adalah
suatu perwujudan fisik berupa dokumen tertulis yang merangkum keseluruhan dari bisnis mulai dari visi misi tujuan yang ingin dicapai, kekuatan atau kelebihan usaha, operasional, hingga strategi pemasaran. Secara sederhananya Business Plan adalah rangkuman tertulis tujuan yang ingin dituju dari sebuah bisnis dan strategi dalam mewujudkannya. 

Nah, bisa terbayang kan kalau bisnis plan atau rencana usaha ini sangat banyak manfaatnya. Dalam artikel kali ini Tipspemasaran.com akan berbagi Cara Membuat Business Plan / Rencana Usaha dan beberapa Business Plan contoh. Postingan kali ini untuk menepati janji kami di postingan sebelumnya tentang 6 Cara Mendapatkan Modal Usaha, Kamu pun Bisa . 
Semoga kita semua bisa mendapatkan manfaat dari artikel ini dan bisa menambah pengetahuan baru, jadi bacanya jangan di skip-skip ya gaes.. 

MANFAAT BUSINESS PLAN

Business Plan / Rencana usaha sangat diperlukan sebelum kita memulai sebuah bisnis, karena ini akan menjadi kompas atau penunjuk arah bagi bisnis kita. Dengan adanya bisnis plan ini akan membantuk kita dalam mengembangkan perusahaan. Sehingga kita lebih mudah untuk menjelaskannya pada karyawan, pada mitra bisnis, pada pemerintah, dan mungkin juga pada investor atau pemberi modal.

Sebelum menuju ke bagaimana cara membuat bisnis plan, perlu kita ketahui ada beberapa jenis business plan. Akan lebih baik jika kita memahaminya terlebih dahulu sehingga kita tahu bisnis plan seperti apakah yang cocok dengan usaha yang akan kita buat.

JENIS JENIS BUSINESS PLAN

1. Start-Up Business Plan
Secara garis besar model bisnis atau usaha terbagi menjadi dua yaitu bisnis bidang jasa dan bisnis bidang produk. Kedua model usaha ini juga perlu mempunyai business plan sehingga dapat membantu mempermudah kita untuk mewujudkan tujuan usaha. Start-Up atau biasa disebut juga dengan General Business Plan ini memberikan gambaran secara detail mengenai perusahaan yang akan kita dirikan.

Dalam Start-Up Business Plan biasanya merangkum produk atau jasa yang akan kita tawarkan, evaluasi kelebihan produk atau jasa kita, evaluasi peluang target pasar, kompetitor, sistem manajemen atau produksi, berbagai faktor resiko, strategi pemasaran.

Start-Up Business Plan contohnya kita ingin membuat rencana usaha makanan kas daerah dengan menampilkan konsep tempo dulu, rencana usaha untuk memanfaatkan limbah, rencana usaha produk kerajinan, dll.

Dalam business plan ini juga mencantumkan hal-hal terkait pemasukan, keuntungan, arus kas perusahaan, serta pengeluaran. Business Plan ini bisa dibilang cukup lenkap sehingga dapat kita gunakan untuk dipresentasikan pada investor atau calan penanam modal.

2. Strategic Business Plan
Business Plan yang nomer 2 ini bisa dibilang lebih kompleks lagi dari Start-Up Business Plan. Selain itu Strategic Business Plan ini lebih rumit dan spesifik dari business plan sebelumnya. Namun ada beberapa poin penting yang dianggap harus dicantumkan. Yaitu Visi Bisnis, misi yang akan dilakukan, faktor fital, strategi untuk mencapai tujuan perusahaan serta waktu penerapan strategi tersebut.

Karena Business Plan ini sangat detail sehingga dapat langsung membantu setiap komponen stakeholder diperusahaan kita. Mereka akan lebih mudah memahami pekerjaan apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukanya agar dapat merealisasikan tujuan perushaan.

3. Growth Business Plan 
Bisnis plan yang nomer 3 ini berisikan tentang perencanaan untuk pengembangan bisnis atau perusahaan kita kedepannya. Berbeda dengan Start-Up business plan yang biasanya digunakan untuk perusahaan yang baru akan memulai.

Bisa dilihat dari kata Growth yang berarti pertumbuhan, sehingga dalam business plan ini lebih mencantumkan ke pengembang, perluasan/ ekspansi dari perusahaan yang sudah berjalan.
Dengan adanya dokumen tertulis ini kita dapat menyajikannya untuk investor dan mendapatkan modal lebih banyak lagi.

4. Operations Business Plan
Perencanaan usaha yang selanjutnya adalah Operations Business Plan yaitu salah satu bisnis plan yang dibuat untuk orang-orang dalam perusahaan. Karena dalam business plan ini akan mencakup operasional atau kegiatan apasaja yang akan dilakukan orang-orang di perusahaan kita.

Selain perencanaan dalan bisnis plan ini juga tercantum peraturan tentang kegiatan dalam bisnis kita. Sehingga dengan adanya Operations Business Plan ini semua orang dalam perusahaan lebih tahu dengan tanggung jawab apa saja yang harus dikerjakannya.

5. Development Business Plan
Development Business Plan adalah penjabaran menyeluruh tentang bagaimana bisnis akan kita kembangkan. Perencanaan usaha ini berisikan kelengkapan organisasi bisnis kita, tata usaha, tata laksana atau administrasi perusahaan.
Business Plan jenis ini memuat tata laksana setiap bagian di perusahaan sehingga setiap stakeholder juga lebih mudah memahami tanggung jawabnya di perusahaan kita. Oleh karena itu perencanaan usahan jenis ini sangat bermanfaat untuk pihak internal maupun eksternal.

CARA MEMBUAT BUSINESS PLAN / RENCANA USAHA

Selanjutnya setelah kita memahami tentang pengertian Business Plan, manfaat dan jenis jenis business plan, kita akan belajar bersama bagaimana cara membuat business plan yang baik dan benar. Berikut ini step by step yang perlu kita perhatikan dalam membuat Bisniss Plan.

1. Melakukan penelitian menyeluruh sebelum membuat Bisniss Plan
Pertama kali yang perlu kita lakukan sebelum membuat bisnis plan adalah melakukan riset sebanyak-banyaknya terkait produk atau jasa yang akan kita buat. Susunlah pertanyaan-pertanyaan terkait produk atau jasa yang akan kita pasarkan terlebih dahulu. Tuliskan semua pertanyaan dan jawaban di kertas sehingga memudahkan kita memahaminya, jangan hanya diangan-angan saja.

Untuk membantu riset ini kita juga bisa menggunakan Analisa SWOT ( Strenghts, Weaknesses, Opportunities, Treaths ). Strenghts / Kekuatan dari produk atau jasa perusahaan kita, Weaknesses / Kelemahan perusahaan atau bisnis, Opportunities yang berarti peluang usaha atau bisnis kita, Treaths artinya adalah ancaman. Pembahasan Analisa SWOT ini akan kami sajikan pada postingan selanjutnya.

2. Buatlah Profil Perusahaan / Company Profile
Dalam profil perusahaan ini memuat nama brand produk atau jasa perusahaan kita bila perlu berikan ilustrasi visual dan jelaskan keunggulannya, lokasi usaha lengkapi peta atau foto lokasinya, visi misi perusahaan, aspek manajemen, bidang industri, struktur tim pengelola usaha, aspek pemasaran, target pasar, strategi pemasaran yang akan digunakan. 

Selain itu profil perusahaan ini juga bisa mencantumkan Aspek produksi seperti ketersediaan barang dagangan dan keberlanjutan, proses pengadaan barang hingga penjualan, kapasitas persediaan, perkiraan jumlah target persediaan serta asset apa saja yang dimiliki.

Dengan adanya profil perusahaan atau company Profile yang baik tentunya akan menjadi nilai tambah dimata investor atau penanam modal. Perusahaan kita akan terlihat lebih kredibel dan mereka lebih percaya untuk menanamkan modal di perusahaan kita.

3. Menetapkan Tujuan Bisnis / Perusahaan
Menetapkan tujuan yang ingin dicapai usaha atau bisnis kita adalah hal yang wajib. Selain menentukan tujuan kita juga harus melengkapi bagaiman cara kita untuk merealisasikan tujuan tersebut. Menuliskan secara detail hal-hal apa sjaa yang harus dikerjakan setiap komponen stakeholders yang ada di perusahaan kita.

Sehingga dengan adanya tujuan dan pekerjaan yang jelas diharapkan semua komponen termasuk karyawan tahu betul pekerjaan dan tanggung jawabnya. Tuliskanlah tujuan perusahaan kita untuk jangka pendek maupun jangka panjangnya. 

Semakin rinci tujuan dan cara merealisasikannya maka akan semakin baik dan mudah dipahami semua stakeholders maupun investor.

4. Jelaskan Secara Detail Produk / Jasa Perusahaan
Langkah yang ke empat yaitu menjelaskan tentang produk atau jawa yang kita tawakan kepada consumen. Disini contohnya kita menjelaskan kelebihan dari produk /jasa kita, bagaimana packagingnya, alasan kenapa produk kita lebih unggul dari produk sejenisnya, bagaimana proses pengirimannya, dan lain sebagainya.

5. Kelengkapan Dokumen Business Plan
Semakin lengkap dokumen business plan akan membuat perusahaan kita lebih kredibel. Kelengkapan dokumen yang biasanya dilampirkan dalam business plan contohnya perencanaan keuangan, arus kas, laporan keuangan, lisensi kekayaan intelektual, proyeksi pendapatan, biaya dan laba yang diharapkan.

Dokumen tersebut selain membantu dalam penentuan keputusan juga dapat membantu kita dalam menjelaskan kepada investor sehingga akhirnya mereka percaya untuk menanamkan modal di perusahaan kita.

6. Membuat Rencana Pemasaran
Membuat rencana pemasaran ini meliputi bagaimana strategi perusahaan kita dalam memasarkan produk/jasa. Hal lain yang bisa juga ditambahkan yaitu target pasar, lokasi pemasaran, strategi komunikasi pemasaranya pada konsumen, bagaimana cara kita memasarkan produk kita.

Dengan adanya rencana pemasaran ini juga membantu bagian marketing dalam memasarkan produk / jasa kita. Selain itu Marketing Plan atau rencana pemasaran ini juga menjadi pertimbangan para investor.

7. Membuat Analisis Keuangan
Dalam Business Plan juga menampilkan analisis keuangan. Untuk yang baru akan membuat usaha rencana analisis usaha ini juga sangat penting dalam penentuan usaha yang akan dibuat apakah layak dijalankan atau tidak.

Sedangkan untuk usaha atau bisnis yang sudah berjalan, analisa keuangan usaha ini juga bisa digunakan untuk rencana pengembangan bisnis dan atau untuk mendapatkan tambahan modal usaha. Dengan adanya analisa keuangan kita juga bisa tahu apakah keuangan perusahan kita ini sehat atau tidak.

Demikian tadi artikel tentang Tips Cara Membuat Business Plan / Rencana Usaha semoga dapat bermanfaat dan jangan lupa baca juga artikel kami yang lainnya. Sekian terimaksih.

8. Menyesuaikan Business Plan dengan target pembacanya
Ini juga sangat penting karena business plan yang akan kita sodorkan pada setiap pembaca berbeda-beda. Misal untuk investor ada sendiri, untuk tim pemasaran ada sendiri, untuk tim karyawan produksi ada sendiri dan sebagainya. 

Karena informasi yang dibutuhkan setiap pembaca berbeda-beda, baik untuk karyawan perusahaan, pimpinan perusahan, maupun investor. Kita bisa lebih fokus  dalam menekankan aspek tertentu saja yang memang harus dipahami target pembaca. Dengan begitu kita sesuaikan Business plan untuk internel dan business plan untuk eksternal perusahaan.

Itulah tadi Tips Cara Membuat Business Plan / Rencana Usaha dengan baik dan benar. Sudah kita bahas secara detail mulai dari pengertian business plan, manfaat business plan, jenis-jenisnya, dan cara membuatnya. Semoga postingan kali ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih..